'Swacikal' Teramat asing, teramat jelas berjalan bising... lajur yang kupinta, kini tiada pula diperbuat, lajur nafsuku belaka... Aku t'lah meminang jalan hidup, untuk bersama bersenggama Aku t'lah mengawin setiap ajaran perjalanan, dari alam nir paranoia Kembali bersila, memutar pusat relung maya Sementara selama waktu lampau aku tak menemukan apa-apa, kini ku peristri semesta Tiada tara... tiada padanan setara Suaranya meresap menjamah setiap degup kardia... aku bersamanya, tanpa takut, tanpa ragui, tanpa khawatir... tanpa cemburu maupun kecewa Ia membisik dari sela-sela ranting tua... Menyentuh dari bebatuan dan tanah bekas hujan, bekas kotoran vetebrata Ia memberiku buah dada, dari bukit yang menjulang nampak indahnya... Ia memberiku lubang trah, dari mata air di hulu-hulu pedalaman yang sukar disentuh telapak hasta Ia membiarkanku menjamah tanah dan memagarinya dengan akar dan tunas-tunas muda Aku membuahi dari setiap hela nafas kala semesta mera...